1. Teori belajar Pavlov (Conditioning theory) Ivan Petrovich Pavlov dilahirkan di Ryazan Rusia tanggal 18 September 1849. Pada tahun 1884 ia memulai penelitian mengenai fisiologi pencernaan. Karyanya mengenai pengkondisian sangat mempengaruhi psikology behavioristik di Amerika. Karya tulisnya adalah Work of Digestive Glands (1902) dan Conditioned Reflexes (1927).
Classic conditioning ( pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan.
Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Pavlov dan ahli lain tampaknya sangat terpengaruh pandangan behaviorisme, dimana gejala-gejala kejiwaan seseorang dilihat dari perilakunya. Hal ini sesuai dengan pendapat Bakker bahwa yang paling sentral dalam hidup manusia bukan hanya pikiran, peranan maupun bicara, melainkan tingkah lakunya. Pikiran mengenai tugas atau rencana baru akan mendapatkan arti yang benar jika ia berbuat sesuatu (Bakker, 1985).
Bertitik tolak dari asumsinya bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu, perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang diiginkan. Kemudian Pavlov mengadakan eksperimen dengan menggunakan binatang (anjing) karena ia menganggap binatang memiliki kesamaan dengan manusia. Namun demikian, dengan segala kelebihannya, secara hakiki manusia berbeda dengan binatang.
Ia mengadakan percobaan dengan cara mengadakan operasi leher pada seekor anjing, sehingga kelihatan kelenjar air liurnya dari luar. Apabila diperlihatkan sesuatu makanan, maka akan keluarlah air liur anjing tersebut. Kini sebelum makanan diperlihatkan, maka yang diperlihatkan adalah sinar merah terlebih dahulu, baru makanan. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar pula. Apabila perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, maka pada suatu ketika dengan hanya memperlihatkan sinar merah saja tanpa makanan maka air liurpun akan keluar pula.
Makanan adalah rangsangan wajar, sedang merah adalah rangsangan buatan. Ternyata kalau perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, rangsangan buatan ini akan menimbulkan syarat(kondisi) untuk timbulnys air liur pada anjing tersebut. Peristiwa ini disebut: Reflek Bersyarat atau Conditioned Respons.
Pavlov berpendapat, bahwa kelenjar-kelenjar yang lain pun dapat dilatih. Bectrev murid Pavlov menggunakan prinsip-prinsip tersebut dilakukan pada manusia, yang ternyata diketemukan banyak reflek bersyarat yang timbul tidak disadari manusia.
Dari eksperimen Pavlov setelah pengkondisian atau pembiasaan dapat diketahui bahwa daging yang menjadi stimulus alami dapat digantikan oleh bunyi lonceng sebagai stimulus yang dikondisikan. Ketika lonceng dibunyikan ternyata air liur anjing keluar sebagai respon yang dikondisikan.
2. Hukum-hukum belajar Pavlov
Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
1). Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.
2). Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.
3. Aplikasi teori Pavlov
Aplikasi teori Pavlov terhadap pembelajaran siswa yaitu : mementingkan pengaruh lingkungan, mementingkan bagian-bagian, mementingkan peranan reaksi, mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon, mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya, mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan, hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan.
4. Kekurangan
Proses pembelajaran sangat tidak menyenangkan bagi siswa karena guru sebagai sentral, bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid. Murid dipandang pasif, Perlu motivasi dari luar, dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai belajar yang efektif. Guru tidak memperhatikan individual-differences.
5. Kelebihan
Cocok untuk pemerolehan kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti : kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleks, daya tahan dan sebagainya. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk- bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.
Baca Selengkapnya...

Menurut Thorndike, belajar merupakan peristiwa terbantuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dan respon (R).
Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukan dalam sangkar diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaam (trial) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dulu.hal ini adalah hal yang paling mendasar dalam belajar. Teori Thorndike disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi.
Thorndike mengemukakan bahwa asosiasi antara stimulus dan respons mengikuti hukum-hukum berikut:
a. Hukum kesiapan
yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh perubahan tingkah laku maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
b. Hukum latihan
Yaitu semakin sering suatu tingkah laku diulang/dilatih(digunakan) maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.
c. Hukum Akibat
Yaitu hubungan stimulus respons cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.
Hukum Tambahan Thorndike
a. Hukum Reaksi Bervariasi
Pada individu diawali oleh proses trial dan error yang menunjukan adanya bermacam-macam respons sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
b. Hukum Sikap
Perilaku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif, emosi, sosial maupun psikomotor.
c. Hukum Aktivitas Berat Sebelah
Individu dalam proses belajar memberikan respon hanya pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi (respon selektif)
d. Hukum Respon by Analogy
Individu dapat melakukan respons pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan labih mudah.
e. Hukum perpindahan Asosiasi
Proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan cara menambahkan sekiki demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama.
PENERAPAN TEORI THORNDIKE
a. Guru harus tahu apa yang akan diajarkan, materi apa yang harus diberikan, respon apa yang diharapkan, kapan harus memberi hadiah atau membetulkan respon. Oleh karena itu tujuan pedidikan harus dirumuskan dengan jelas.
b. Tujuan pendidikan harus masih dalam batas kemampuan belajar peserta didik. Dan terbagi dalam unit-unit sedemikian rupa sehingga guru dapat menerapkan menurut bermacaam-macam situasi.
c. Agar peserta didik dapat mengikuti pelajaran, proses belajar harus bertahap dari yang sederhana sampai yang kompleks.
d. Dalam belajar motivasi tidak begitu penting karena yang terpenting adalah adanya respon yang benar terhadap stimulus.
e. Peserta didik yang telah belajar dengan baik harus diberi hadiah dan bila belum baik harus segera diperbaiki.
f. Situasi belajar harus dibuat menyenangkan dan mirip dengan kehidupan dalam masyarakat.
g. Materi pelajaran harus bermanfaat bagi peserta didik untuk kehidupan anak kelak setelah keluar dari sekolah.
h.Pelajaran yang sulit, yang melebihi kemampuan anak tidak akan meningkatkan kemampuan penalarannya.
Kelebihan
Dengan sering melakukan pengulangan dalam memecahkan suatu permasalahan, anak didik akan memiliki sebuah pengalaman yang berharga. Selain itu dengan adanya sistem pemberian hadiah, akan membuat anak didik menjadi lebih memiliki kemauan dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
Baca Selengkapnya...

Assalamu'alaikum..Salam terhangat buat Anda semua. Seperti kali ini postingan terhangat untuk
blog ini pula. Saya yakin bahwa Anda semua memiliki Office sebagai software pengolah kata baik di PC ataupun notebook. Dan saya rasa lisensi Microsoft coorporation lah yang paling banyak digunakan dalam membantu setiap orang melakukan pekerjaan berkenaan dengan pekerjaan pengolah kata dan angka. Namun pertanyaannya, apakah Anda sudah menguasai benar aplikasi Microsoft Office tersebut ? Dan kali ini saya akan rekomendasikan untuk postingan saya dengan pembahasan tentang kiat atau cara mudah untuk mengasah kemampuan Anda dalam menjalankan Microsoft Office khususnya Office 2007 & 2010 melalui Plug in dari Microsoft langsung sebagai bahan ajar atau tuntunan belajar Anda. Mari kita simak lebih lanjut
Ribbon Hero 2 merupakan aplikasi tambahan yang dibuat oleh microsoft dengan tujuan agar pengguna produknya yaitu Microsoft Offce 2007 & 2010 dapat dengan mudah dipelajari. Anda pasti masih bertanya, terus bagaimana gambaran detailnya mengenai Ribbon Hero 2? Ok, saya akan jelaskan. Ribbon Hero 2 disini banyak manfaat yang anda dapatkan, meliputi :
1. Ribbon Hero 2 akan langsung menjadi plug in di dalam office 2007 / office 2012, sehingga Anda dengan mudah menjalankannya.
2. Tujuan dari aplikasi ini yaitu, banyak orang mengatakan bahwa aplikasi ini merupakan permainan / game education, sebab aplikasi ini akan menantang Anda semua dalam penggunaannya.
3. Anda disini ibarat menjadi assisten dari Microsoft yang mempunyai beberapa tugas dan harus diselesaikan. Tugas-tugas tersebut memiliki beberapa tingkatan / level semakin Anda bisa mengerjakan level berikutnya akan terbuka. Begitupula dengan pen skor-an melalui dari pertanyaan yang dijawab apakah langsung bisa atau dapat menjawabnya atau dengan hint atau bantuan. Dengan kita meminta bantuan maka skor untuk menyelesaikan tugas akan dikurangi.
4. Aplikasi ini sangat fleksibel dan menyeluruh dalam mengikuti pelajaran yang akan mengasah otak dan kemampuan Anda untuk dibawa kedalam pelajaran Word, Excel, PowerPoint, atau OneNote. Selain itu informasi yang didapat akan menambah ilmu buat Anda.
5. Mungkin no 1-4 itu gambaran besar kelebihan dari Ribbon Hero 2 menurut saya. untuk lebih lanjutnya atau masih banyak kelebihan yang lainnya. Anda mungkin dapat mencobanya sendiri. Saya yakin Anda pasti penasaran.
Jika Anda Menginginkan Ribbon Hero 2 to learn Office 2007 & 2010 ini. dapat mendownloadnya dengan mengklik tombol download di bawah ini. Jika kurang jelas dengan kalimat postingan ini, Anda dapat meninggalkan komentar di bawah postingan ini. Terima Kasih...
file download Ribbon Hero 2 to learn Office 2007 & 2010
Baca Selengkapnya...